Larutan Asam-Basa
A.Konsep Asam-Basa
1.Teori Arrhenius
Pada tahun 1886, Svante August Arrhenius, ilmuwan asal Swedia mengemukakan teori mengenai asam dan basa. Menurut Arrhenius, asam didefinisikan sebagai zat yang menghasilkan ion hidronium dan ion hidrogen apabila dilarutkan dalam air. Contohnya yaitu asam klorida , asam nitrat , dan lain-lain. Arrhenius mendefinisikan basa sebagai zat yang menghasilkan ion hidroksida jika dilarutkan dalam air. Contohnya yaitu Natrium Hidroksida dan lain-lain.
2.Teori Bronsted-Lowry
Pada 1923,Johannes Nicolaus Bronsted, kimiawan dari Denmark dan Thomas Martin Lowry kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan tentang asam-basa.Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton sedangkan basa adalah spesi yabg bertindak sebagai penerima (akseptor) proton dalam suatu transfer proton. Teori Bronsted-Lowry melengkapi konsep asam-basa Arrhenius.Ion hidroksida dalam teori Arrhenius tetap menjadi basa dalam teori Bronsted-Lowry.Ion hidroksida ini menerima ion hidrogen membentuk air(H2O). Pada reaksi asam-basa Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi.
3. Teori Lewis
Pada 1923, Gilbert N.Lewis , kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan asam-basa berdasarkan teori ikatan kimia. Menurut Lewis, asam adalah penerima (akseptor) pasangan elektron bebas. Sementara itu, basa adalah pemberi (donor) pasangan elektron bebas. Spesi apapun yang dapat menerima pasangan elektron bebas disebut asam Lewis.
Sedangkan spesi berupa molekul atau ion yang mendonorkan pasangan elektron bebasnya disebut basa Lewis.
B.Sifat Larutan Asam dan Basa
1.Asam
Larutan asam mempunyai sifat-sifat seperti berikut.
a.Berasa masam
Rasa masam hanya dapat diketahui melalui uji organoleptik(dicicipi). Uji ini hanya bisa pada makanan yang memiliki sifat asam lemah.
b.Korosif
Sifat ini dapat merusak berbagai benda logam dan nonlogam.
c.Dalam air terurai menjadi hidrogen dan sisa asam (ion negatif)
d.Dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah dan pH kurang dari 7
e.Dapat bereaksi dengan logam
Reaksi antara asam dengan logam menghasilkan garam dan gas H2
f.Dapat bereaksi dengan garam karbonat
Reaksi antara asam dengan garam karbpnat menghasilkan garam, air dan gas karbondioksida
g.Dapat bereaksi dengan Basa
Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam dan air
2.Basa
Larutan basa mempunyai sifat sifat sebagai berikut
a.Berasa pahit
Rasa pahit pada basa seperti rasa pahit pada sabun.
b.Jika mengenai kulit akan terasa licin
c.Bersifat kaustik
d.Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru dan pH lebih besar dari 7
e.Dalam air terionisasi menjadi sisa basa (ion logam) dan ion hidroksida
f.Dapat bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air
3.Identifikasi Asam-Basa
a.Identifikasi Asam-Basa Menggunakan Kertas Lakmus
-Kertas lakmus merah, jika dicelupkan kedalam larutan asam tidak akan berubah warna tetapi jika dicelupkan didalam larutan basa akan berubah warna menjadi biru.
-Kertas lakmua biru, jika dicelupkan kedalam larutan asam akan berubah warna menjadi warna merah tetapi jika dicelupkan ke larutan basa tidak akan berubah warna.
Sumber: Intan Pariwara